Rem merupakan komponen penting pada kendaraan. Karena itu kerja rem harus maksimal untuk memperlambat dan menghentikan kendaraan.
Sistem rem mobil sudah berkembang jauh untuk meningkatkan keselamatan pengemudi dan penumpang. Namun, sistem pengereman juga berpotensi mengalami kerusakan. Jika tak diatasi atau terdeteksi sejak dini, dikhawatirkan rem benar-benar tak berfungsi alias blong.

Kerusakan rem sendiri bisa dideteksi dan ada cara untuk mendeteksinya.
e
Penjelasannya rem bermasalah umumnya karena ada kebocoran cairan atau minyak rem. Untuk hal itu kita dengan mudah mengetahuinya.

Pertama mendeteksinya melalui durasi saat menginjak pedal rem. Tanpa jumlah cairan yang tepat tekanan hidrolis pengereman untuk setiap roda akan berkurang. Sistem pengereman juga akan kehilangan efektivitasnya.

Tapi jika cairan habis, sudah pasti pengereman gagal bekerja karena sistem kekurangan tekanan. Artinya cairan rem memiliki peranan penting pada kendaraan.

Kebocoran cairan rem juga dapat diidentifikasi melalui lampu peringatan pada dasbor mendadak menyala.

Cara berikutnya yakni saat pengereman berlangsung, mobil terasa akan “tertarik” ke satu sisi. Selanjutnya pedal rem menjadi sulit untuk ditekan.
Taruhan Bola
Selain itu sistem pengereman bermasalah juga bisa diketahui bila ada bunyi seperti gesekan besi dan besi ketika mengerem. Hal tersebut bisa jadi pertanda kampas rem sudah menipis bahkan habis.
Taruhan Bola
Masalah lain yakni sistem rem panas. Umumnya hal ini terjadi saat pengereman dilakukan terus menerus yang biasanya terjadi ketika mobil melaju di jalan menurun.

Perlu dipahami rem panas dapat membuat daya cengkeram rem berkurang. Kemudian saat pedal rem terlalu ringan diinjak, ini juga menandakan cairan rem telah terlalu panas hingga mencapai titik didih dilansir howstuffworks.