Berita Terkini Teknologi

Cheap Authenticjerseys – menyuguhkan informasi teknologi mencakup teknologi data, Otomotif, ilmu sampai informasi otomotif terkini serta terbaru.

M1 Akan Ada Gigahertz Serta Megahertz Di iphone

Tiga eksekutif Apple angkat berbicara soal performa M1, chip ARM yang dipakai di jajaran product Mac terbaru. Apa katanya?

Ketiga eksekutif itu adalah software chief Craig Federighi, SVP of Worldwide Marketing Greg Joswiak, dan hardware SVP Johny Srouji. Mereka mengatakan bagaimana diferensiasi Apple Silicon bersama para kompetitornya.

Menurut Federighi, spesifikasi teknis yang lazim dipakai sudah tak bisa kembali dijadikan basic untuk pilih performa.

“Secara arsitektur, berapa banyak stream video 4K atau 8K yang bisa diproses bersamaan sambil gunakan efek tertentu? Itu adalah pertanyaan yang diperlukan jawabannya oleh profesional video,” ujar Federighi dilansir Apple Insider layaknya dilihat, Rabu (18/11/2020).
Baca juga:
MacBook Air Baru Lebih Kencang Dibanding MacBook Pro 16

“Tak ada spesifikasi dalam chip yang bisa menjawab pertanyaan itu untuk mereka,” tambahnya.

Sejauh ini, perusahaan layaknya Intel dan AMD gunakan ukuran layaknya gigahertz dan daya dikarenakan mereka adalah perusahaan pembuat komponen. Jadi mereka bisa mematok harga lebih tinggi untuk spesifikasi lebih tinggi.

Di sinilah bedanya Apple bersama Intel dan AMD, setidaknya menurut para eksekutif itu. Apple menurut mereka adalah perusahaan produk, bukan komponen.

“Apple adalah perusahaan produk, dan kami memicu product yang amat indah yang mempunyai integrasi tinggi pada software dan silikon,” ujar Srouji.

“Ini bukan soal gigahertz dan megahertz, tetapi apa yang bisa didapat pembeli dari (produk) ini,” tambahnya.
Baca juga:
Wow! GPU Apple M1 Lebih Kencang Dibanding GTX 1050 Ti

Jadi, walaupun M1 didesain bersama fokus utama pada kepadatan (compactness) dan performa, chip ini bisa menambahkan suatu hal yang lebih dibanding chip kompetitor.

“Kebanyakan pemrosesan dulunya dilaksanakan di CPU. Namun kini, pemrosesan selanjutnya diselesaikan di CPU, grafis, dan Neural Engine, serta di image signal processor,” pungkas Srouji.

Ditambah lagi, integrasi pada tim yang menggarap hardware dan software terhitung jauh lebih baik, dikarenakan berada pada perusahaan yang sama. Hal selanjutnya memicu Apple bisa memiliki pendekatan desain chip yang berbeda dibanding perusahaan lain.

“Kami mengembangkan silicon custom yang amat cocok bersama product dan bagaimana software dapat menggunakannya. Saat kami mendesain chip (Apple M1), yang terjadi tiga atau empat tahun ke belakang, Craig dan aku duduk bersama dalam ruangan serupa untuk memutuskan apa yang berkenan kami hadirkan, dan kami bekerja sama. Hal ini tak bisa dilaksanakan oleh Intel atau AMD atau siapa pun,” tutup Srouji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *