Lewat Noto Font Inisiatif Google Melestarikan Bahasa Terancam Punah – Bahasa minoritas atau terancam punah hadapi krisis. Menurut UNESCO, setidaknya 43 persen dari kurang lebih 6.000 bahasa yang digunakan di dunia terancam punah. Hingga kala ini, font untuk banyak bahasa minoritas terhitung belum tersedia.

Untuk hal ini, keluarga Noto font yang ada secara gratis dari Google Fonts menopang literasi untuk ratusan bahasa.

“Bangsa Cherokee, bersama kurang lebih 20.000 penutur, menggunakan Noto di ponsel untuk mengirim pesan teks, email, dan mengajar bahasa mereka di AS. Taruhan Bola Noto digunakan tiap tiap hari untuk bahasa Tibet, jutaan pengguna Afrika, dan ratusan bahasa Asia,” ujar Susanna Zaraysky, Content Strategist, Material Design di Google dikutip dari keterangan perusahaan.

Susanna terhitung menyoroti pemerintah British Columbia di Kanada, bersama populasi 5 juta orang, ingin mencakup seluruh bahasa mereka, terhitung bahasa asli, dalam satu font dan mengkombinasikan Noto Sans + Noto Sans Canadian Aborigin jadi satu font, yaitu font BC Sans.

Noto tawarkan font untuk 146 skrip (sistem penulisan) dan lebih dari 800 bahasa, dan membuka pintu untuk membaca dan menulis bagi penutur bahasa minoritas.

“Noto adalah sumber font terbesar untuk bahasa yang terancam punah,” ujar Susanna lebih lanjut.

Open Source Sepenuhnya

Selaras bersama pemberian Google.org untuk Proyek Bahasa Terancam Punah dan inisiatif Google jadi sponsor privat untuk ajang UNESCO bertajuk Language Technologies for All, proyek Noto adalah proyek font Unicode Google yang ambisius. Proyek ini bertujuan untuk terus menopang 100 persen dari seluruh cii-ciri Unicode tiap tiap tahun bersama font yang berfungsi penuh.

Pada 2017 lalu, Noto font memenangkan penghargaan Beazley Design Museum Designs of the Year.

Dikembangkan sejak 2012, Noto baru-baru ini terhitung memperbarui halamannya di GitHub. Rumah baru di github.com/notofonts mempunyai satu proyek git per skrip, bersama seluruh sumber ada dalam sumber font Unified Font Object (UFO) yang didukung secara luas atau menggunakan format .glyphs.

“Kami terhitung mempunyai sistem build on-demand baru yang dipicu langsung sehabis seseorang memperbarui sumber font yang menggunakan compiler ‘fontmake’ open source Google Fonts. Ini berarti Noto font sekarang terlampau open source sepenuhnya, bakal didokumentasikan bersama lebih baik dan ada untuk kontribusi lebih banyak orang,” tutur Susanna