Instagram Beri Tanggapan, Soal TikTok Yang Disebut Aplikasi Pengganggu

Instagram Beri Tanggapan, Soal TikTok Yang Disebut Aplikasi Pengganggu

Belum lama ini TikTok dicap sebagai sarana sosial pengganggu pada Kompetisi Inovasi Media Sosial Forbes pekan lalu.

Pasalnya, Forbes menilai aplikator selanjutnya jadi mendominasi jajaran persaingan sarana sosial dunia dan berhasil bertengger, sejalan dengan aplikasi populer pendahulu layaknya Instagram dan Youtube.

Merespon pernyataan tersebut, Instagram Indonesia merujuk pada pernyataan Adam Mosseri, salah satu pimpinan Instagram yang dikutip CNBC pada Kamis (10/12).

Ia menyampaikan, persaingan Instagram dengan aplikasi TikTok merupakan persaingan yang berat. TikTok dinilai punya kefokusan yang baik dan punya tekat yang kuat didalam membuahkan konten.

Mosseri juga menyinggung TikTok yang tumbuh pesat usai mengkloning aplikasinya dengan Musical.ly. Kloning aplikasi selanjutnya membuahkan sebuah konten video pendek yang dapat menghibur banyak orang.

Instagram mengaku, pihaknya bakal mengejar ketertinggalan popularitas selanjutnya dengan membangun fitur-fitur yang diharapkan dapat menggaet banyak pengguna nantinya, layaknya fitur Reels.

“Kami coba mengejar ketinggalan banyak hal, dengan membangun serangkaian fitur bagi pengguna untuk menginspirasi mereka sehingga dapat memakai platform kami lebih banyak, dikarenakan tanpa konten yang menarik tidak tersedia alasan untuk pergi ke Reels.”

Lebih lanjut Ia menyatakan, pihaknya bakal berinovasi untuk menciptakan fitur baru bagi para penggunanya, sehingga penggunanya dapat membawa dampak konten dan membuahkan keuntungan lewat Instagram. Ia cemas penggunanya bakal pergi ke aplikasi kompetitor layaknya Snap dan YouTube Google.

“Penting bagi kami untuk menciptakan langkah yang baru bagi pembuat konten untuk melacak nafkah di Instagram, dikarenakan jika tidak, mereka bakal pergi ke aplikasi kompetitor, ” ujar Mosseri pada Kamis (10/12).

Sebelumnya Forbes merilis Penghargaan Media Sosial Forbes 2020 dan menjuluki aplikasi TikTok sebagai inovator paling disruptif di th. ini.

Kompetisi inovasi sarana sosial layaknya Instagram hingga Facebook dinilai jadi berat di th. 2020 imbas kedatangan kompetitor baru yang punya jejaring sosial video dan musik TikTok.

Jejaring sosial ini punya 55 juta pengguna pada 2018, lalu melonjak jadi 690 juta pengguna diseluruh dunia pada th. 2020 ini.

Klip pendek hasil TikTok kerap dikonsumsi penggunanya dengan enjoy di ruang tamu, hingga di kamar tidur. Jauh tidak serupa dengan Instagram yang hasilnya dikurasi dengan maksimal oleh penggunanya.

Pada th. 2019 lalu, Instagram meluncurkan video Reel didalam wujud pendek, yang membuatnya perlu membayar hingga 1 Juta dollar AS per hari untuk mendorong penggunanya terus mempublikasikan konten ke publik, yang disebut-sebut menjiplak fitur TikTok.

Namun usaha Instagram dan Snapchat nampaknya kurang peminat.

Atas fakta tersebut, Tiktok dijuluki inovator disruptif dikarenakan dapat menciptakan pasar baru dan mengganggu pasar sarana sosial yang sudah ada.